William Santoso: AI Bisa Disalahgunakan untuk Menipu Nasabah dan Menguras Rekening

Jakarta, screenshootnews.com. — Direktur Utama PT Siber Sentinel Asia, William Santoso, menyoroti ancaman penyalahgunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) untuk melakukan kejahatan siber, termasuk penipuan digital yang berpotensi menyebabkan rekening masyarakat terkuras.

Peringatan tersebut disampaikan dalam konteks keikutsertaan PT Siber Sentinel Asia pada The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Mengusung tema *“AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise”*, kegiatan ini membahas perkembangan AI, transformasi digital, dan kebutuhan keamanan teknologi di sektor industri.

William menilai, perkembangan AI yang semakin pesat perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk meniru suara seseorang, memalsukan identitas, menyebarkan pesan penipuan, hingga mengelabui korban agar menyerahkan informasi rahasia perbankan.

Informasi seperti PIN, kata sandi, dan kode OTP yang berhasil diperoleh pelaku dapat disalahgunakan untuk mengambil alih akun atau melakukan transaksi tanpa izin. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa suara maupun video yang terlihat meyakinkan belum tentu membuktikan identitas seseorang.

William mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap panggilan atau pesan yang meminta transfer uang maupun data perbankan. Verifikasi perlu dilakukan melalui jalur komunikasi lain, termasuk menghubungi nomor resmi pihak terkait yang telah diketahui sebelumnya.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak sembarangan mengeklik tautan atau memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Penggunaan autentikasi berlapis, pengaktifan notifikasi transaksi, serta pemantauan mutasi rekening secara berkala juga penting untuk membantu mengurangi risiko penyalahgunaan akun.

Jika menemukan transaksi mencurigakan, nasabah perlu segera menghubungi bank melalui kanal resmi untuk mengamankan rekening dan melaporkan transaksi tersebut. Bukti percakapan, nomor telepon, tautan, serta riwayat transaksi juga perlu disimpan untuk mendukung proses pelaporan kepada pihak berwenang.

Keikutsertaan PT Siber Sentinel Asia dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap perlindungan sistem dan infrastruktur digital. Pemanfaatan AI, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan otomatisasi membuka peluang peningkatan produktivitas, tetapi sekaligus menuntut pengelolaan risiko keamanan yang lebih serius.

Dalam ekosistem industri yang semakin terkoneksi, keamanan siber tidak lagi sebatas persoalan teknis, melainkan bagian penting dari perlindungan data, keberlangsungan operasional, dan kepercayaan pelanggan. Gangguan terhadap sistem digital dapat berdampak pada proses produksi maupun kualitas layanan perusahaan.

Melalui ajang ini, pelaku industri dan penyedia teknologi memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring, memperkenalkan kapabilitas, serta menjajaki kolaborasi dalam mendukung transformasi digital.

Penguatan keamanan siber pun perlu berjalan beriringan dengan adopsi AI agar perkembangan industri Indonesia tidak hanya berorientasi pada inovasi dan efisiensi, tetapi juga mampu menghadapi ancaman kejahatan digital yang terus berkembang.